Pencurian Virtual Nyata Hukumnya

Seorang remaja di Belanda terbukti mencuri furnitur virtual dari sebuah kamar di Habbo Hotel. Habbo Hotel adalah sebuah website social networking beraroma 3D yang sudah memiliki pengguna lebih dari 6 juta di lebih dari 30 negara. Di dalam “hotel” tersebut, pengguna bisa menciptakan karakter, membeli furniture virtual, mendekorasi kamar mereka sendiri, hingga bermain game.
Kenapa hal tersebut bisa dianggap melanggar hukum? Karena furnitur virtual tersebut dibeli dengan menggunakan uang sungguhan. Dan satu-satunya cara untuk mencuri dalam hotel tersebut adalah menggunakan user name dan password orang lain. Mereka melakukannya dengan cara memancing korban untuk login ke dalam website palsu, yang tampilannya mirip dengan website Habbo Hotel asli atau istilahnya scamming.
Menurut pihak Habbo, pencurian user dan password menjadi masalah yang cukup mengganggu. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk turun tangan karena banyak bermunculan website yang berpura-pura menjadi website Habbo untuk mencuri informasi pengguna

Seorang remaja di Belanda terbukti mencuri furnitur virtual dari sebuah kamar di Habbo Hotel. Habbo Hotel adalah sebuah website social networking beraroma 3D yang sudah memiliki pengguna lebih dari 6 juta di lebih dari 30 negara. Di dalam “hotel” tersebut, pengguna bisa menciptakan karakter, membeli furniture virtual, mendekorasi kamar mereka sendiri, hingga bermain game.

Kenapa hal tersebut bisa dianggap melanggar hukum? Karena furnitur virtual tersebut dibeli dengan menggunakan uang sungguhan. Dan satu-satunya cara untuk mencuri dalam hotel tersebut adalah menggunakan user name dan password orang lain. Mereka melakukannya dengan cara memancing korban untuk login ke dalam website palsu, yang tampilannya mirip dengan website Habbo Hotel asli atau istilahnya scamming.

Menurut pihak Habbo, pencurian user dan password menjadi masalah yang cukup mengganggu. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk turun tangan karena banyak bermunculan website yang berpura-pura menjadi website Habbo untuk mencuri informasi pengguna

info : http://www.bbc.co.uk

Advertisements
Posted in tugas

Makalah Kejahatan Komputer

TUGAS 3 : Makalah Kejahatan Komputer

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat yang diberikan-Nya, sehingga tugas Makalah yang berjudul “Kejahatan Komputer” ini dapat saya selesaikan. Salawat beriring salam penulis kirimkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah mewasiatkan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia agar selamat dalam menempuh kehidupan dunia dan di akhirat. Makalah ini saya buat sebagai kewajiban untuk memenuhi tugas. Akhirnya, penulis ingin mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah berperan dalam pembuatan makalah ini dan diharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk lebih membuat sempurna tulisan ini.

Penyusun

Maisevli Harika

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Perkembangan teknologi komputer, telekomunikasi dan informasi telah berkembang sangat pesat. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai bidang ini, timbulah penyalahgunaan dalam penggunaan teknologi komputer, yang kemudian meningkat menjadi tindak kejahatan di dunia maya atau dikenal sebagai cybercrime. Hal ini jelas juga mengganggu jalannya dunia bisnis di cyberspace dimana banyak pengguna yang sangat dirugikan.

Kejahatan komputer berhubungan dengan kode etik profesi karena masih dalam konteks profesi dalam hal ini bidan IT, dalam tulisan ini penulis memaparkan beberapa istilah, pelaku ataupun pengguna yang sering muncul dalam bidang ini.

1.2   Rumusan Masalah

Inti dari tulisan ini adalah :

  • Pembahasan tentang kejahatan komputer
  • Pembahasan tentang “hacker”
  • Pembahasan tentang “cracker”
  • Pembahasaan tentang “spam”
  • Pembahasaan tentang “spyware”

1.3   Tujuan

Tujuan dari makalah ini :

  • Mengetahui dan memahami maksud dari kejahatan komputer.
  • Mengetahui dan memahami maksud dari hacker, cracker, spamer, dan spyware.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1   Kejahatan Dunia Komputer

Kejahatan komputer adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memakai komputer sebagai sarana/alat atau komputer sebagai objek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain. Secara ringkas kejahatan komputer didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan penggunakan teknologi komputer yang canggih (Wisnubroto, 1999).

Kejahatan dunia maya secara teknis dikelompokkan menjadi kejahatan langsung (online crime), semi-online crime dan cybercrime. Dalam prakteknya kejahatan dunia maya ini dikelompokkan menjadi :

  1. Illegal Access (Akses Tanpa Ijin ke Sistem Komputer)
    Tanpa hak dan dengan sengaja mengakses secara tidak sah terhadap seluruh atau sebagian sistem komputer, dengan maksud untuk mendapatkan data komputer atau maksud-maksud tidak baik lainnya, atau berkaitan dengan sistem komputer yang dihubungkan dengan sistem komputer lain. Hacking merupakan salah satu dari jenis kejahatan ini yang sangat sering terjadi.
  2. Illegal Contents (Konten Tidak Sah)
    Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.
  3. Data Forgery (Pemalsuan Data)
    Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Contoh kejahatan ini pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi salah ketik yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku.
  4. Spionase Cyber (Mata-mata)
    Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan memata-matai pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data-data pentingnya tersimpan dalam suatu sistem yang bersifat komputerisasi.
  5. Data Theft (Mencuri Data)
    Kegiatan memperoleh data komputer secara tidak sah, baik untuk digunakan sendiri ataupun untuk diberikan kepada orang lain. Identity theft merupakan salah satu dari jenis kejahatan ini yang sering diikuti dengan kejahatan penipuan (fraud). Kejahatan ini juga sering diikuti dengan kejahatan data leakage.
  6. Misuse of devices (Menyalahgunakan Peralatan Komputer)
    Dengan sengaja dan tanpa hak, memproduksi, menjual, berusaha memperoleh untuk digunakan, diimpor, diedarkan atau cara lain untuk kepentingan itu, peralatan, termasuk program komputer, password komputer, kode akses, atau data semacam itu, sehingga seluruh atau sebagian sistem komputer dapat diakses dengan tujuan digunakan untuk melakukan akses tidak sah, intersepsi tidak sah, mengganggu data atau sistem komputer, atau melakukan perbuatan-perbuatan melawan hukum lain.

Motif Pelaku Cybercrime

  • Motif intelektual, yaitu kejahatan yang dilakukan hanya untuk kepuasan pribadi dan menunjukkan bahwa dirinya telah mampu untuk merekayasa dan mengimplementasikan bidang teknologi informasi.
  • Motif ekonomi, politik, dan kriminal, yaitu kejahatan yang dilakukan untuk keuntungan pribadi atau golongan tertentu yang berdampak pada kerugian secara ekonomi dan politik pada pihak lain.

Contoh-contoh Cybercrime

  • Spamming
  • Pemalsuan Kartu Kredit
  • Virus
  • dll

2.2   Hacker dan Cracker

2.2.1       Pengertian Hacker

Hacker adalah sekelompok orang yang menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Ada juga yang bilang hacker adalah orang yang secara diam-diam mempelajari sistem yang biasanya sukar dimengerti untuk kemudian mengelolanya dan men-share hasil ujicoba yang dilakukannya. Hacker tidak merusak sistem.
Beberapa tingkatan hacker antara lain :
• Elite
Mengerti sistem luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.
• Semi Elite
Mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.
• Developed Kiddie
Kebanyakkan masih muda & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
• Script Kiddie
Kelompok ini hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
• Lamer
Kelompok ini hanya mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya.

Hacker juga mempunyai kode etik antara lain sebagai beikut :

  • Mamapu mengakses komputer tanpabatas dan totalitas
  • Tidak percaya pada otoritas artinya memperluas desentralisasi
  • Pekerjaan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan

(sumber: echo.org)

2.2.2       Pengertian Cracker

Cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang di masuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya.
Ciri-ciri seorang cracker adalah :

  • Bisa membuat program C, C++ atau pearl
  • Mengetahui tentang TCP/IP
  • Menggunakan internet lebih dari 50 jam perbulan
  • Mengetahaui sitem operasi UNIX atau VMS
  • Mengoleksi sofware atau hardware lama
  • Lebih sering menjalankan aksinya pada malam hari kare tidak mudah diketahui orang lain
  • dll

Penyebab cracker melakukan penyerangan antara lain :

  • Kecewa atau balas dendam
  • Petualangan
  • Mencari keuntungan
  • Dll

2.2.3       Perbedaan Hacker dan Cracker

Walaupun terkesan sama dalam konteks tertentu akan tetapi hacker dan cracker sangat berbeda sama sekali. Perbedaan-perbedaan antara hacker dan cracker, antara lain :

  • Sama-sama memiliki kemampuan menganalisa sistem,i hacker setelah mengetahui kelemahan yang dimiliki oleh sistem akan melaporkan ke pihak yang dianggap berkepentingan seperti vendor yang membuat sistem tersebut, sedangkan cracker bersifat destruktif, artinya cracker merusak pada sistem tersebut atau memamfaatkannya untuk meraih keuntungan sendiri.
  • Hacker memiliki etika dan kreatif menciptakan program atau kemudahan-kemudahan untuk dipakai oleh orang banyak dan mau berbagi ilmu dengan siapa saja, sedangkan cracker bersifat sembunyi-sembunyi dan tidak ingin diketahui oleh orang banyak, mereka memiliki komunitas tersendiri dan cara berhubungan tersendiri dalam jaringan internet.

2.3   Spyware

Spyware adalah aplikasi yang membocorkan data informasi kebiasaan atau perilaku pengguna dalam menggunakan komputer ke pihak luar tanpa kita sadari. Biasanya spyware masuk atau menginfeksi komputer karena mendownload kontent dari internet atau menginstall program tertentu dari situs yang tidak jelas

Tanda-tanda komputer yang terinfeksi spyware

  • Kinerja Computer akan terasa lambat, terutama jika terhubung dengan internet
  • Browser  terkadang atau seringkali macet ( hang / crash ) saat akan  membuka halaman web tertentu
  • Alamat situs yang sudah di-set secara default sering berubah
  • Terkadang browser terbuka dengan sendirinya secara massal dan langsung  mengakses situs tertentu

Langkah-langkah menghindari spyware :

  • Lakukan update atau patch pada software atau sistem operasi yang digunakan dari pembuatnya.
  • Install anti spyware dan lakukan update secara berkala.
  • Hati-hati terhadap situs yang meminta installasi program tertentu.
  • Untuk penggunaan aplikasi gratisan, perhatikan review dari penggunanya, apakah terdapat spyware atau tidak.
  • Usahakan tidak menggunakan jarinang PeertoPeer sharing.

2.4   Spam

Spam adalah penyalahgunaan dalam pengiriman berita elektronik untuk menampilkan berita iklan dan keperluan lainnya yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para pengguna web.

Spammer adalah orang yang mengirimkan spam, spammer biasanya menawarkan produk yang dijual atau informasi lain yang tidak berguna bagi penerimanya. Cara termudah untuk memasarkan suatu produk ke banyak orang adalah dengan mengirimkannya ke email.

Dampak spam :

  • Terbuangnya waktu penerima spam untuk mengidentifikasi dan membuang spam tersebut.
  • Bandwith yang terbuang karena pemakaian spam, termasuk biaya yang digunakan untuk bandwith tersebut.
  • Komputer korban kadang terkena virus atau trojan yang seringkali diikut sertakan dalam spam.

Cara penanggulangan spam, antara lain:

  • Memakai anti spam.
  • Gunakan program firewall.

BAB III

PENUTUP

3.1   Kesimpulan

Sejanggih apapun teknologi jika tidak diiringi oleh etika dalam pemakainnya akan menghasilkan penyalahgunaan yang dapat merugikan orang lain. Walupun setinggi apapun kejanggihan peraturan atau hukum yang mengatur untuk tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran, jika manusia menginginkan tentulah ada saja jelah yang dapat digunakannya. Semuanya kembali pada etika masing-masing individu.

Sebagai pengguna teknologi janganlah terlalu berbaik sangka, berhati-hatilah terhadap kejahatan, jangan berikan kesempatan pada orang lain untuk berbuat kejahatan, ingatlah “kejahatan tidak saja karena ada niat pelakunya tetapi karena ada kesempatan. Waspadalah…waspadalah!!!”

Daftar Pustaka

  1. http://security-hacking.infogue.com/pengertian_hacker_cracker
  2. http://andristya.wordpress.com/2009/05/29/makalah-kejahatan-komputer/
  3. http://xoit.dagdigdug.com/kejahatan-komputer-dan-etika-dalam-masyarakat-pengaruh-komputer-dalam-masyarakat/
  4. http://www.tsipil.ugm.ac.id/node/30
  5. http://rosydi.com/beda-hacker-dan-cracker/
  6. http://www.securityalert.com
  7. http://www.echo.org
Posted in tugas

Tugas 2 : Makalah Tentang Pentingnya Kode Etik Profesi

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Alhamdulillah, puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya Penulis dapat menyelesaikan makalah  yang membahas tentang kode etika dalam profesi dari mata kuliah etika profesi.

Makalah ini dimaksudkan sebagai penjelasan ringkas dari etika profesi. Dengan membaca makalah etika profesi ini, diharapkan pembaca dapat memahami dan mengerti tentang etika profesi serta dapat memahami faktor dan hal-hal  yang berhubungan dengan etika profesi.

Dalam penulisan makalah ini, Penulis menyadari masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk itu Penulis sangat mengharapkan masukan dan saran demi kesempurnaan makalah ini.Demikianlah makalah ini Penulis buat, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua yang membaca.

Padang , 12 Mei 2009

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kode etik sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, termasuk bidang teknologi informasi, dipergunakan untuk membedakan baik dan dan buruk atau apakah perilaku tokoh IT bertanggung jawab atau tidak.

Kode etik profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupaka lanjutan dari norma-norma yang lebih umum dan dirumuskan dalam etika profesi. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. Tujuan utama kode etik profesi adalah memberi pelayanan khusus dalam masyarakat tanpa mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok.

1.2 Tujuan

Tujuan dari makalah “Pentingnya Kode Etik Profesi” adalah

  • Dapat mengetahui dan memahami tujuam dari kode etik profesi
  • Untuk mengetahui bagaimana perkembangan etika profesi
  • Untuk mengetahui akibat yang akan terjadi apabila kode etik profesi tidak ada

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Kode Etik Profesi

Kode etik merupakan aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan dapat difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika –rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian kode etik adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi).

Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh tertua adalah SUMPAH HIPOKRATES, yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter. Hipokrates adalah doktren Yunani kuno yang diberi gelar BAPAK ILMU KEDOKTERAN, beliau hidup dalam abad ke 5 sebelum masehi. Menurut ahli sejarah belum tentu sumpah ini  merupakan buah pena Hipokrates sendiri, tetapi setidaknya berasal dari kalangan murid-muridnya dan meneruskan semangat profesional yang diwariskan oleh dokter yunani ini.

Fungsi kode etik profesi adalah:

  • Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
  • Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas potensi yang bersangkutan

Mencegah campur tangan pihak luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

2.2 Pentingnya Kode Etik Profesi

Ada beberapa alasan mengapa kode etik perlu untuk dibuat, antara lain adalah (Adams, dkk, dalam Ludigdo, 2007):

  • Kode etik merupakan suatu cara untuk memperbaiki iklim organisasional sehingga individu-individu dapat berlaku secara etis.
  • Kontrol etis diperlukan karena sistem legal dan pasar tidak cukup mampu mengarahkan perilaku organisasi untuk mempertimbangkan dampak moral dalam setiap keputusan bisnisnya.
  • Perusahaan memerlukan kode etik untuk menentukan status bisnis sebagai sebuah profesi, dimana kode etik merupakan salah satu penandanya.
  • Kode etik dapat dipandang sebagai upaya menginstitusionalisasikan moral dan nilai-nilai pendiri perusahaan, sehingga kode etik tersebut menjadi bagian dari budaya perusahaan dan membantu sosialisasi individu baru dalam memasuki budaya tersebut.

Kode etik berperan sangat penting pada suatu profesi. Agar profesi dapat berjalan dengan benar maka perlu diikat dengan suatu norma tertulis yang disebut dengan kode etik profesi.

Kode etik profesi dapat diubah seiring dengan perkembangan zaman yang mengatur diri profesi yang bersangkutan dan perwujudan nilai moral yang hakiki dan tidak dipaksakan dari luar. Jadi kode etik diadakan sebagai sarana kontrol sosial dan untuk menjaga martabat dan kehormatan profesi serta melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan atau penyalahgunaan keahlian.

Dampak yang timbul jika tidak diciptakannya kode etik profesi :

  1. Terjadinya penyalahgunaan profesi
  2. Kemungkinan mengabaikan tanggung jawab dari profesi nya karna tidak ada pedoman dalam suatu organisasi
  3. Memungkinkan setiap individu untuk mendahului kepentingan pribadinya contohnya para pejabat yang korupsi
  4. Jika tidak ada nya kode etik profesi seseorang dapat memberikan image yang buruk dari profesi yang ditekuninya kepada masyarakat.

2.3  Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi

  1. Pengaruh sifat kekeluargaan
    Misalnya Seorang dosen yang memberikan nilai tinggi kepada seorang mahasiswa dikarenakan mahasiswa tersebut keponakan dosen tersebut.
  2. Pengaruh jabatan
    Misalnya seorang yang ingin masuk ke akademi kepolisian , dia harus membayar puluhan juta rupiah kepada ketua polisi di daeranhya , kapolsek tersebut menyalah gunakan jabatannya.
  3. Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia, sehingga menyebabkan pelaku pelanggaran kode etik profesi tidak merasa khawatir melakukan pelanggaran.
  4. Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat
  5. Organisasi profesi tidak dilengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan
  6. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi, karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri
  7. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya
  8. Tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kode etik profesi merupakan bagian dari etika profesi. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. Tujuan utama kode etik profesi adalah memberi pelayanan khusus dalam masyarakat tanpa mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok.

3.2    Saran

Agar tidak menyimpang dari kode etik yang berdampak pada profesionalitas kerja maka :

  1. Memperbanyak pemahaman terhadap kode etik profesi
  2. Mengaplikasikan keahlian sebagai tambahan ilmu dalam praktek pendidikan yang di jalani.
  3. Pembahasan makalah ini menjadikan individu yang tahu akan pentingnya kode etik profesi.
  4. Kode etik yang diterapkan hendaknya disesuaikan dengan keadaan yang memungkinkan untuk dapat dijalankan bagi kelompok profesi.
  5. Terhadap pelaksanaan profesi hendaknya menjalankan profesi yang jalani sesuai dengan kode etik yang ditetapkan agar profesi yang dijalani sesuai dengan tuntutannya.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://jeira.files.wordpress.com/2008/11/etika-profesi.pdf
  2. http://angga_be.blog.plasa.com/
  3. http://felix3utama.wordpress.com/2008/12/01/pengertian-dalam-etika-profesi/
  4. http://www.scribd.com/doc/2347681/Pengaruh-Budaya-Terhadap-Standarisasi-Kode-Etik-Profesi-Hukum
  5. http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/kode-etik-etika-profesi
  6. http://id.wikipedia.org/wiki/Kode_Etik_Profesi_Akuntan_Publik
  7. http://zaki-math.web.ugm.ac.id/etika_profesi/kode_etik_profesi.pdf
  8. http://etikaprofesidanpCrotokoler.blogspot.com/2008/03/kode-etik-profesi.html
  9. http://wiryana.pandu.org/SRIG-PS/
  10. http://www.southernct.edu/organizations/rccs/resources/teaching/teaching_mono/moor/
  11. http://budi.insan.co.id

Posted in tugas

Etika

Manusia adalah mahkluk sosial karenanya mereka saling berinteraksi, hidup berdampingan. Dalam hidup bermasyarat tentu saja diperlukan sopan-santun, tata krama untuk menjaga kepentingan masing-masing individu agar merasa senang, tenang, tentram, terlindungi dan tidak merugikan yang lain serta kepentingannya terjamin, inilah inti dari mempelajari etika. Bagaimana pengertian etika sebenarnya? Berikut sedikit pembahasan mengenai etika.

Pengertian Etika

Jika ditinjau dari segi bahasa, kata etika atau etik berasal dari kata dalam bahasa Yunani kuno. Dalam bahasa Yunani “ethos” merupakan bentuk tunggal yang mempunyai arti karakter, watak kesusilaan atau adat, bentuk jamak dari “ethos” adalah “ta’etha” berarti adat kebiasaan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988) terdapat pengertian etika diterjemahkan dalam tiga arti :

  1. Ilmu tentang apa yang baik dan buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
  2. Kumpulan asas atau nilai yang bekenaan dengan akhlak
  3. Nilai mengenai benar dan salah
Etika menurut para ahli :
Franz Magnis Suseno menyebut  etika sebagai ilmu yang mencari orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab pertanyaan yang amat fundamental : bagaimana saya harus hidup dan bertindak
Drs. O.P. SIMORANGKIR berpendapat, etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut  ukuran dan nilai yang baik.
Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat mengatakan etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh  yang dapat ditentukan oleh akal.
Menurut Drs. H. Burhanudin Salam, etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Sedangkan Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”.
Peter Singer, filusf kontemporer dari Australia menilai kata etika dan moralitas sama artinya,
karena itu dalam buku-bukunya ia menggunakan keduanya secara tertukar-tukar.
Profesor Robert Salomon, etika dapat dikelompokan menjadi dua definisi yaitu :

  1. Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termasuk bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik. Pengertian ini disebut pemahaman manusia sebagai individu yang beretika.
  2. Etika merupakan hukum sosial. Etika merupakan hukum yang mengatur, mengendalikan serta membatasi perilaku manusia.
Etika secara umum dapat dibagi menjadi etika umum yang  berisi prinsip serta moral dasar berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.dan etika khusus atau etika terapan yang  berlaku khusus merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud: Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tindakan, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya. . Etika khusus ini masih dibagi lagi menjadi etika individual yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.dan  etika sosial berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.. Etika sosial dibagi menjadi:
  1. Sikap terhadap sesama;
  2. Etika keluarga
  3. Etika profesi misalnya etika untuk pustakawan, arsiparis,  dokumentalis, pialang informasi
  4. Etika politik
  5. Etika lingkungan  hidup, serta
  6. Kritik ideologi Etika adalah filsafat  atau pemikiran kritis rasional tentang ajaran moral sedangka moral adalah ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dsb. Etika  selalu dikaitkan dengan moral serta harus dipahami perbedaan antara etika dengan  moralitas.

Intinya etika  berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu atau masyarakat untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik, dan merupakan refleksi dari “self  control” atau pengendalian diri. Etika disebut juga filsafat moral merupakan cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan)manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ditentukan oleh bermacam norma.Norma-norma tersebut antara lain norma hokum (berasal dari hokum dan perundang-undangan), norma moral (berasal dari suara batin), norma agama (berasal dari agama) dan norma sopan santun (berasal dari kehidupan sehari-hari). Norma moral juga dikatakan dari etika.

Etika dan ajaran moral

Etika dan moral perlu dibedakan karena ajaran-ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat dalam sekelompok manusia. Ajaran moral mengajarkan bagaimana seseorang harus hidup serta merupakan rumusan sistematik terhadap anggapan tentang apa yang bernilai dan kewajiban manusia. Sedangkan etika merupakan ilmu tentang norma, nilai dan ajaran moral, atau etika merefleksikan ajaran moral.

Penilaian Dalam Etika:

Beberapa cara penilaian etika, atau bisa dikatakan bahwah bagai mana cara menilai seseorang tersebut beretika atau tidak.

  1. Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu, adalah pada perbuatan baik atau jahat, susila atau tidak susila.
  2. Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging, itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. Budi tumbuhnya dalam jiwa, bila telah dilahirkan dalam bentuk perbuatan namanya pekerti. Jadi suatu budi pekerti, pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa; dari semasih berupa angan-angan, cita-cita, niat hati, sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata.

Seseorang yang beretika tidak akan mungkin munafik karena seandainya dia munafik maka dia tidak bersikap etis. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.

Orang beretika tidak mungkin munafik sedangkan orang beretiket bisa saja munafik

Etika dan etiket, dua kata tersebut sangat dekat kedengarannya satu sama lain akan tetapi jika diartikan terdapat perbedaan walaupun ada persamaan. Etika dan etiket adalah dua istilah yang menyangkut perilaku manusia, mengaturnya secara normatif, tidak dipakai mengenai binatang karena itu binatang tidak bisa dikatakan beretika ataupun beretiket.

Sebelum membahas hal tersebut sebaiknya kita membahas apa itu munafik, munafik artinya tidak sesuai perbuatan,dan perkataannya dengan isi hatinya. Dalam agama jika dipercaya ia berkhianat, jika berkata dusta dan berjanji mungkir.

Seseorang yang beretiket bisa saja munafik dan sebaliknya seseorang yang beretika tidak mungkin munafik, hal ini dikarenakan :

Etiket hanya menyangkut cara melakukan perbuatan, sedangkan etika tidak terbatas pada cara melakukan perbuatan, etika memberik norma tentang perbuatan itu sendiri. Misalnya seseorang penipu, berbicara dengan sopan, tingkah polahnya pun sopan akan tetapi ia melakukan penipuan. Penipu tersebut sudah dikatakan beretiket akan tetapi ia sangat tidak beretika. Ia beretiket karena perbuatannya sudah sesuai dengan etiket, sedangkan masalah etika ia sangat tidak beretika karena dalam etika dilarang menipu.

Etiket hanya berlaku dalam pergaulan, artinya jika tidak ada orang lain etiket tidak berlaku. Beda dengan etika etika bersifat absolute walaupun tidak ada orang yang menjadi saksi mata seseorang yang beretika tidak akan malakukan hal yang bertentangan dengan etika.

Selain hal diatas etiket juga bersifat relative jadi bisa saja di masyarakat tertentu seseorang dianggab beretiket sedangkan ditempat lain tidak

Intinya etiket juga hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja. Jadi orang yang beretika mendasarkan perbuatan dan tingkah lakunya pada nilai-nilai moral yang berlaku umum dan dorongan hati nurani yang tidak akan pernah bohong karenga etika bersifat absolut, artinya perbuatan baik adalah baik dan yang salah harus mendapat sanksi tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. Seseorang yang selalu mendasarkan perbuatannya pada nilai moral.

Posted in tugas

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian sering sekali peneliti berhubungan dengan data, baik itu penelitian yang berhubungan dengan lapangan ataupun penelitian lainnya. Berikut adalah beberapa teknik dalam pengumpulan data untuk penelitian kelebihan dan kekurangan dalam pemakaiannya juga.

Teknik Pengumpulan Data

  1. Teknik Wawancara
  2. Teknik Observasi (Observation)
  3. Teknik Daftar Pertanyaan (Questioner)

4. Teknik Pengumpulan Sampel (Sampling)

A. Teknik Wawancara

a. Pengertian wawancara

Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (Tanya jawab) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung (I.Djumhur dan Muh.Surya, 1985).

Wawancara adalah salah satu metode untuk dapat mendapatkan data anak atau orangtua dengan mengadakan hubungan secara langsung dengan informan/face to face relation(Bima Walgito, 1987).

Wawancara adalah alat untuk memperoleh data atau fakta atau informasi dari seorang murid secara lisan (Dewa Ktut Sukardi, 1983).

Wawancara informatif adalah suatu alat untuk memperoleh fakta/data informasi dari murid secara lisan. Dengan tujuan mendapatkan data yang diperlukan untuk bimbingan (W.S.Winkel, 1995)

b. Kelebihan dan kekurangan teknik wawancara

Kelebihan

· Flexibility. Pewawancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”. Demikian pula jika ingin memperoleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan, bahkan jika suatu pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada saat itu, maka dia dapat menundanya.

· Nonverbal Behavior. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, misalnya rasa suka, tidak suka atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden.

· Question Order. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara baik, sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dengan baik.

· Respondent alone can answer. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah ditetapkan.

· Greater complexity of questionnaire. Kuesioner umumnya berisi pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.

· Completeness. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan.

Kelemahan :

· Mengadakan wawancara dengan individu satu persatu memerlukan banyak waktu dan tenaga dan juga mungkin biaya.

· Interview Bias. Walau dilakukan secara tatap muka, namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam menafsirkan jawaban, masih bisa terjadi. Sering atribut (jenis kelamin, etnik, status sosial, jabatan, usia, pakaian, penampilan fisik, dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban.

· Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara dalam melakukan hubungan antar manusia (human relation).

· Wawancara tidak selalu tepat pada kondisi-kondisi tempat tertentu, misalnya di lokasi-lokasi ribut dan ramai.

· Sangat tergantung pada kesediaan, kemampuan dan keadaan sementara dari subyek wawancara, yang mungkin menghambat ketelitian hasil wawancara.

· Jangkauan responden relatif kecil dan memakan waktu lebih lama dari pada angket dan biaya yang relatif yang lebih mahal.

c. Hal-hal yang tidak boleh dan boleh dilakukan dalam wawancara

Hal-hal yang harus dilakukan seorang pewawancara adalah mendengar, mengamati, menyelidiki, menanggapi, dan mencatat. Kadang-kadang ia seperti seorang penginterogasi, kadang-kadang secara tajam ia menyerang dengan menunjukkan kesalahan-kesalahan orang yang diwawancarai, kadang-kadang ia mengklarifikasi, kadang-kadang pula ia seperti pasif atau menjadi pendengar yang baik. Suksesnya suatu wawancara tergantung pada kemampuan melakukan kombinasi berbagai keterampilan sesuai dengan tuntutan situasi dan orang yang diwawancarai.

Dalam proses wawancara si pewawancara harus meredam egonya dan melakukan pengendalian tersembunyi. Pewawancara memantau semua yang diucapkan oleh dan bahasa tubuh orang yang diwawancarai, sambil berusaha menciptakan suasana santai yakni suasana yang konduksif bagi berlangsungnya wawancara. Dalam prakteknya, berbagai pikiran muncul dibenak si pewawancara ketika wawancara sedang berlangsung. Seperti : Apa yang harus saya tanyakan lagi? Bagaimana nada bicara orang yang diwawancarai ini? Dari gerak tubuh dan nada suaranya, apakah ia terlihat bicara jujur atau mencoba menyembunyikan sesuatu?

d. Kesimpulan

Wawancara adalah teknik pengambilan data melalui pertanyaan yang diajukan secara lisan kepada responden. Wawancara biasanya dilakukan jika peneliti bermaksud melakukan analisis kualitatif atas penelitiannya. Read more ›

Posted in serba-serbi

FORMAT TEKS PADA HTML

Ini merupakan lanjutan dari posting saya yang sebelumnya mengenai belajar HTML, bagi yang masih kurang memahami tulisan saya ini atau ingin mengetahui saja mengenai struktur dasar penulisan HTML ada baiknya melihat tulisan sebelumnya.

Adapun format teks yang digunakan dalam HTML antara lain :

Line Break / Page Break

Berfungsi sebagai pengganti baris dan tidak memiliki element penutup

Sintaks:

<br>

Paragraph

Berguna sebagai pengganti paragraf yang diikuti dengan baris kosong pada awal dan akhir paragraph. Memiliki panutup </p> yang bersifat optional, maksudnya dapat tidak digunakan dengan kompensasi paragraf tidak akan diikuti baris kosong pertanda akhir paragraf. Memiliki attribute “align” yang bernilai “left”,”center” dan “right”.

Sintaks:
<p align=”left”|”center”|”right”>
……………………..
</p>

Block Level Element (Header)

Element H terdiri dari H1,H2,H3,H4,H5,H6 berfungsi untuk membuat header dengan format 6 jenis ukuran huruf dan tercetak tebal. Nilai ukuran huruf terbersar adalah H1 seterusnya sampai yang terkecil adalah H6. Element ini memiliki attribute “align” yang bernilai “left”,”center” dan “right” yang menspesifikasikan posisi horizontal dari header dengan defaultnya adalah left.

Sintaks:
<hx align=”left”|”center”|”right”>
……………………..
</h
x>

x merupakan ukuran dari 1 sampai 6

Ini Heading-1

Ini Heading-2

Ini Heading-3

Ini Heading-4

Ini Heading-5 Read more ›

Posted in Uncategorized

configurasi router cisco

Hal pertama yang dilakukan untuk mengkonfigurasi router adalah loggin ke router tersebut
untuk loggin terlebih dahulu tekan “Enter” untuk masuk ke user exec mode.
Pada Prompt Router> ketikkan “enable” atau “en” kemudian tekan “Enter untuk masuk ke
previllege mode
Pada previlege mode ketikkan “config t” atau “configure terminal” untuk mulai meng
konfigurasi router
Langkah pertama setelah masuk ke terminal adalah mengganti hostname, ketik “hostname
[nama_baru]”. Perhatikanlah nama router langsung berubah selesai anda menekan Enter
Router>enable
Router#config t
Enter configuration commands, One per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R0
Kemudian menambah alamat IP ke interface, dengan perintah ip address
Konfigurasi interface f0/0
R0(config)#interface f0/0
R0(config)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
R0(config)#no shutdown
Konfigurasi interface s0/0
R0(config)#int s1/0
R0(config)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
R0(config)#no shut
Langkah selanjutnya adalah menambah routing statis pada sebuah router
ip route [dest_network] [mask] [next_hop]
ip route Perintah ini digunakan untuk menciptakan route statis
dest_network Network yang ditempatkan di routing table
mask Subnet mask yang digunakan di network
next_hop Alamat dari router berikutnya
R0(config)#ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 192.168.20.2
Simpan konfigurasi:
R0#copy runningconfig startupconfig
Kemudian keluar dengan perintah exit ataupun Ctrl+z

Tagged with: ,
Posted in Uncategorized